Kamis, 15 Desember 2011

Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita

DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA


Mengapa pelatihan ini sangat penting untuk dilaksanakan ?
a. Karena proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat cepat
b. Agar proses pertumbuhan dan perkembangan mudah diamati dengan jelas.
c. Karena pada usia dini (0-5) terbentuk kepribadian dasar melalui kemampuan melihat, berpikir dan berbicara.
d. Pemberian latihan harus secara berahap, sabar dan penuh kasih saying.
e. Kader kesehatan, ayah, ibu, bahkan nenek atau pengasuh sekalipun mempunyai kesempatan lebih banyak

MAKSUD DAN TUJUAN DIADAKANNYA PELATIHAN INI
a. Secara umum :
1. memberitahukan mengenai bidang perkembangan anak normal
2. memberitahukan bagaimana menolong dengn latihan pada anak yang terlambat berkembang sesuai usia.
b. Secara khusus :
1. mmberi bimbingan kepada orang tua dan pengesuh seperti yang diharapkan, dan untuk memantau tumbuh kembang.
2. kader dapat menjelaskan dengan benar tentang perkembangan pada usia tertentu sehingga anak mendapat perlakuan yang sesuai
3. memberi pengalaman pada anak agar tidak terlambat perkembangannya, dan memberikan pengasuhan tumbuh kembang secara optimal sesuai umur
4. bila ada hambatan pada anak, orang tua / kader dapat memberikan rangsangan secara mandiri pola pengasuhan dan kasih sayang sesuai kemampuan perkembangan anak
5. sebagai alat penyuluhan tumbuh kembang.

SASARAN :
1. Kader kesehatan di masyarakat.
2. orang tua yang memiliki anak balita

BAHAN / SARANA STIMULASI :
1. Kancing ukuran sedang sebanyak 5 – 10 buah
2. Balok dengan warna dasar merah, hijau, kuning, berukuran 3x3x3 : 8 buah
3. Boneka / mobil-mobilan, gelas dengan tutupnya, toples dengan tutupnya, cangkir dengan sendok.
4. Kain kecil atau saputangan
5. Buku bergambar
6. Botol plastik dengan tutup yang dapat diputar
7. Krayon atau kapur tulis
8. Bola atau mainan yang disukai anak
9. Tempat untuk anak menaiki tangga, jalan menanjak seperti bukit kecil yang ada di sekitarnya
10. Spidol dengan beberapa lembar kertas


MATERI

Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 4 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak ditengkurapkan dan didepannya diletakkan mainan
Anak mampu menumpu dengan kedua tangan dan berusaha mengangkat kepala
1. Ibu membantu anak agar dapat bertumpu dengan dua lengan di atas guling.
2. Ibu membantu anak agar dapat bertumpu pada salah satu tangan secara bergantian

B. Gerakan halus
Anak ditelentangkan
Anak mampu bermain-main dengan kedua tangannya
Jika tidak :
1. Ibu mendekatkan mainan disekitar dada, muka dan tangan anak; anak membawa kedua tangan ke depan dada.
2. Anak diposisikan miring, letakkan mainan disampingnya, kemudian ibu mengajak anak supaya kedua tangan saling menyentuh.
C. Pengamatan
Anak ditelentangkan, diatasnya diberi mainan
Anak mampu mengamait mainan
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak memperhatikan gerakan jari-jari tangan ibu atau mainan yang digerakkan didepannya.
2. Ibu mengajak anak bermain dengan benda berbunyi yang digerak-gerakkan didepannya.
D. Berbicara
Anak ditelentangkan
Anak mampu mendengar suara kertas diremas dan bermain bibir sambil mengeluarkan air liur
Jika tidak :
1. Anak dikenalkan oleh ibu degan bermacam-macam mainan berbunyi sambil digendong.
2. Ibu berbisik-bisik didekat telinga anak
E. Bersosialisasi(berhubungan/ interaksi dengan orang lain)
Anak digendong oleh ibu
Anak mampu tersenyum pada ibu
Jika tidak :
1. Anak diajak menatap mata ibu pada saat ibu memperdengarkan suaranya.
2. Ibu memperhatikan raut muka anak pada saat digendong, menyusu dan minum susu dengan botol

Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 8 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak dalam posisi duduk dengan mainan
Anak mampu duduk sendiri kemudianmengambil posisi ongkong-ongkong sambil bertahan sebentar
Jika tidak :
1. Anak dalam posisi duduk dan mainan diletakkan disamping anak, kemudian biarkan anak meraih mainan
2. Ibu meletakkan anak dalam posisi merangkak danmemberi mainan didepannya.
B. Gerakan halus
Balok mainan diletakkan di depan anak
Anak mampu menggenggam balok mainan dengan seluruh permukaan tangan
Jika tidak :
1. Ibu memberikan macam-macam benda yang bisa digenggam untuk dimainkan. Misalnya mainan plastik dan lain-lain
2. Ibu meminta anak memegang roti/ kue/ biscuit / potongan buah dengan tebal 2 cm
C. Pengamatan
Mainan diletakkan pada meja di depan anak, ibu/ bapak/ pengasuh menggerakkan mainan sampai jatuh
Anak mampu memperhatikan dan mencari mainan yang jatuh
Jika tidak :
1. Ibu meminta anak untuk mencari mainan yang ditutup kain. Sebelumnya anak melihat benda tersebut ditutupi
2. Setelah anak mampu, anak diminta mencari mainan yang ditutup dengan kain tetapi sebelumnya anak tidak melihat benda tersebut ditutupi
3. Ibu meletakkan botol / bola di kolong alat-allat rumah (missal : meja, tempat tidur, kursi) biarkan anak mencari mainan
D. Berbicara
Ibu memperhatikan dan mendengarkan celotehan anak
Anak mampu mengeluarkan suara ; ma…..ma….da…..da……da….. Ta…ta…
Jika tidak :
1. Ibu mengeluarkan suara “aa….aa….aa…” sambil mengajak anak menepuk-nepuk bibir ibu
2. Ibu mengeluarkan suara “aa….aa….aa…” sambil mengajak anak menepuk-nepuk bibir anak sendiri
E. Bersosialisasi (berhubungan / berinteraksi dengan orang lain)
Bapak / ibu duduk di depan anak berhadap-hadapan
Anak mampu bermain ciluk ba…..
Jika tidak :
1. Ibu / bapak mengajak anak bermain ciluk ba, dengan kepala ibu / anak ditutupi selimut atau kain
2. Ibu/ bapak mengajak anak bermain didepan cermin

Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 12 Bulan

A. Gerakan kasar
Mainan diletakkan di depan anak
Anak mampu berdiri sendiri dan berjalan sambil berpegangan
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak bermain sambil berdiri, kemudian pindah-pindahkan mainan agar anak mau berjalan sambil memegang tepi meja
2. Ibu memegangi badan anak ketika sedang berjalan-jalan
B. Gerakan halus
Benda kecil disebarkan di depan anak
Anak mampu mengambil benda kecil dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk
Jika tidak :
1. Ibu memastikan potongan makanan ke dalam cangkir plastik, kemudian anak mengambil potongan makan dengan menggunakan jari-jari tangan
2. Anak diminta mencubit roti/ makanan
C. Pengamatan
Mobil-mobilan atau boneka diletakkan di depan anak
Anak mampu menunjuk roda mobil-mobilan atau minta boneka
Jika tidak :
1. Ibu menyimpan mobil-mobilan bertali dengan jarak yang terjangkau oleh anak, kemudian bantu anak menarik supaya mendapat mobil-mobilan
2. Berikan mainan yang berbunyi bila ditarik, kemudian anak ajak menarik tali supaya mainan berbunyi
D. Bicara
Ibu/ bapak memperhatikan dan mendengarkan ucapan anak
Anak mampu mengucapkan satu kata atau lebih dan tahu artinya
Jika tidak :
1. Ibu menunjuk dirinya dengan menyebut “mama” atau menujuk ayah dengan menyebut “papa”
2. Ibu memperhatikan buku bergambar sederhana pada anak kemudian sebut salah satu gambar. Misalnya : ini pi…sang, ini je…..ruk
E. Bersosialisasi ( berhubungan /berinteraksi dengan orang lain)
Anak sedang asyik dengan mainan, ibu meminta mainannya
Anak mampu memberikan mainan pada ibu/ bapak
Jika tidak :
1. Ibu/ bapak mengajak anak bermain menggelindingkan bola sambil duduk berhadapan jarak dekat
2. Ibu/bapak mengajak anak memberi mainannya pada ibu, anggota keluarga lainnya atau pada temannya


Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 18 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak diminta mendekati ibu dengan cepat
Anak mampu berlari tanpa terjatuh
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak untuk berjalan di jalan yang menanjak/ menurun
2. Ibu mengajak anak berlari-lari sambil diawasi oleh orang tua
B. Gerakan halus
Ibu memberi contoh menyusun balok mainan
Anak mampu menyusun tiga balok mainan
Jika tidak :
1. Ibu memberi contoh pada anak menyusun menara dengan balok mainan atau bahan lain seperti kaleng susu
C. Pengamatan
Gelas dan tutup diletakkan di depan anak
Anak mampu menutup gelas
Jika tidak :
1. Ibu memperkenalkan kegunaan alat-alat seperti memasang topi ke kepala, mengaduk sendok di gelas, memasukkan kaki ke sepaatu atau memasang tutup panci.
2. Ibu memberikan alat tersebut pada anak, kemudian ibu mengajak anak agar mengikuti ibu sambil bicara “ pancinya di tutup ya …”
D. Bicara
Ibu memperhatikan dan mendengarkan ucapan anak
Anak mampu mengucapkan sepuluh kata atau lebih dan tahu artinya
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak untuk meniru mengucapkan kata dengan jelas dan benar sesuai dengan mainan sehari-hari
2. Ibu mengajak anak untuk meniru mengucapkan kata dengan jelas dan benar dari buku bergambar yang sederhana
E. Bersosialisasi (berhubungan/ berinteraksi dengan orang lain)
Ibu bertanya : “namamu siapa?”
Anak mampu menyebutkan namanya bila ditanya
Jika tidak :
1. Hubungkan nama anak pada barang yang dimiliki, contoh “ini bola tono”
2. Ibu menunjukkan benda sambil bertanya “ini bola siapa?”


Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 24 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak diminta untuk melompati garis
Anak mampu melompat dengan dua kaki sekaligus
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak melompat bersama-sama dengan kedua kaki anak menempel pada kedua kaki ibu
2. Ibu mengajak anak melompati balok setebal 20 cm sambil dipegangi badannya dari belakang
B. Gerakan halus
Anak diminta membuka tutup botol air minum dengan memutar tutupnya
Anak mampu membuka botol dengan memutar tutupnya
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak membuka bungkus permen dengan cra memutar ujung-ujung kertas permen
2. Carilah botol plastik yang tutupnya bisa diputar. Ajak anak untuk membuka tutup botol tersebut dengan bantuan tangan ibu diatas tangan anak
C. Pengamatan
Anak diminta menyebutkan bagian-bagian tubuh
Anak mampu menyebutkan 6 bagian tubuh (mata, hidung, mulut, kepala, tangan, telinga, dst)
Jika tidak :
1. Ibu menyentuh dan menyebut nama anggota tubuh anak, misalnya mata, hidung,, perut, tangan, dan bagian tubuh lain di saat memandikan atau memangku anak
2. Ibumenyebutkan bagian-bagian dari boneka mobil-mobilan atau alat main yang lain pada saat ibu menemani anak bermain
D. Bicara
Ibu bertanya dengan pertanyaan sederhana, “mau apa”
Anak mampu menjawab dengan kalimat yang terdiri dari dua kata
Jika tidak :
1. Ibu melengkapi kata-kata yang dikatakan anak, misalnya “kue” ibu melengkapi “minta kue”
2. Ibu mengajak anak untuk meniru kata-kata yang terdapat di lagu-lagu anak yang disukainya
E. Bersosialisasi (berhubungan/ berinteraksi dengan orang lain)
Ibu mengajak anak mencuci
Anak mampu meniru kegiatan orang dewasa
Jika tidak :
1. Ibu atau bapak mengajak anak pura-pura membantu kegiatan orang dewasa, misalnya menyapu, mengepel lantai, memasak, membersihkan sepeda dll

Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 36 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak diminta untuk turun tangga
Anak mampu turun tangga dengan kaki bergantian tanpa berpegangan
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak naik turun tangga
2. Ibu megajak anak bediri dengann satu kaki di atas bangkukecil (ketinggian 20 cm) ataudi atas bola basket
B. Gerakan halus
Anak diminta untuk menggambar garis atau lingkaran
Anak mampu meniru garis tegak, garis datar dan lingkaran
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak bermain membuat goresan-goresan dengan menggunakan jari tangannya diatas pasir (melakukan gerakan tegak mendata dan lingkaran)
2. Ibu mengajak anak menggambar di kertas dengan alat tulis, anak diajak menggambar hujan dengan garis tegak, gambar jalan dengan garis datar, gambar bola dengan lingkaran
C. Pengamatan
Anak diminta untuk menunjukkan warna sayur-sayuran dan buah-buahan
Anak mampu menyebut tiga warna
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak mengelompokkkan dengan warna yang sama, misalnya benda warna merah dikelompokkan warna merah
2. Ibu menyebut warna-warna satu persatu kemudian anak diminta mencari warna tersebut di lingkungan
D. Bicara
Ibu/ bapak mengajak anak melihat gambar
Anak mampu bertanya dengan memakai kata apa, siapa, dimana?
Jika tidak :
1. Ibu melengkapi kalimat tanya yang diucapkan anak, hindari bahasa bayi, misalnya anak mengatakan, “apa” ibu menambah “ini apa?”
2. Ibu membuat kalimat bertanya sederhana. Misalnya ini apa? Itu siapa? Apa itu? Agar anak dapat belajar bertanya.
E. Bersosialisasi (berhubungan/ berinteraksi dengan orang lain)
Anak diminta bergabung dengan teman-temannya
Anak mampu bermain bersama dengan teman
Jika tidak :
1. Bapak/ ibu menemani anak bermain
2. Ibu mengajak anak untuk bergabung dengan temannya yang sedang berguna


Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 48 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak diminta untuk melompat dengan satu kaki
Anak mampu melompat dengan satu kaki di tempat
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak melompat dengan satu kaki mula-mula tangannya dipegang sampai anak dapat melakukannya sendiri
2. Anak diminta untuk melompat dengan satu kaki ditempat
B. Gerakan halus
Anak diberi pensil dan kertas untuk menggambar kemudian perhatikan cara anak memegangi pensil
Anak mampu memegang pensil dengan ujung jari
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak mencorat-coret diatas pasir dengan kayu pendek, tebal atau batu sebesar genggaman anak
2. Ibu mengajak anak mencorat-coret di atas kertas dengan memakai krayon yang pendek dan tebal (karena alat tulis yang panjang dan tipis lebih sulit dipegang)
C. Pengamatan
Anak diminta untuk menghitung tiga balok mainan didepannya
Anak mampu menghitung tiga balok mainan dengan cara menunjuk
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak menghitung benda-benda, binatang, orang, pohon, dan lain-lain disekitarnya
2. Ibu mengajak anak mengambil makanan sambil menghitungnya
D. Bicara
Ibu bertanya dan mendengarkan ucapan anak saat bermain. Misalnya : itu apa?
Anak mampu menggunakan kalimat lengkap (lebih dari 2 kata)
Jika tidak :
1. Ibu melengkapi apa yang dikatakan anak untuk membentuk suatu kalimat sederhana. Misalnya “saya minta kue”
2. Ibu membuat kalimat bertanya sederhana (missal : ini apa? Itu siapa? Apa itu? Agar anak dapat belajar menjawab dengan kalimat lengkap
E. Bersosialisasi (berhubungan/ berinteraksi dengan orang lain)
Anak diajak bergabung dengan teman-temannya dalam satu permainan
Anak mampu bermain bersama teman dalam satu permainan
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak bermain, missal : rumah-rumahan, kereta-keretaan, dan kucing tikus
2. Ibu meminta anak untuk bergabung dengan teman-teman seusianya dan mengarahkan anak untuk bekerjasama dengan mereka. Missal : membuat rumah-rumahan dengan menggunakan kain, bermain kereta-keretaan dari susun kursi, atau permainan kucing tikus

Pemeriksaan Dan Stimulasi Anak Umur 60 Bulan

A. Gerakan kasar
Anak diminta melompat dengan satu kaki kearah depan
Anak mampu melompat dengan satu kaki ke arah depan
Jika tidak :
1. Ibu/ bapak mengajak anak untuk menendang bola sejauh lebih kurang 1,5 meter
2. Ibu mengajak anak bermain engklek atau sondah mandah
B. Gerakan halus
Beri contoh menggambar tanda +
Anak mampu meniru tanda +
Jika tidak :
1. Ibu mencari benda-benda disekitar rumah seperti : jendela, pintu atau di sekitar lingkungan seperti tanda lalu lintas dll, kemudian ibu mengajak anak utnuk menggambar bentuk benda tersebut
C. Pengamatan
Anak diminta untuk menggambar orang
Anak mampu menggambar orang
Jika tidak :
1. Ibu mengajak anak menggambar orang dengan contoh
2. Ibu mengajak anak menggambar orang tanpa contoh
D. Bicara
Ibu mendengarkan apa yang diceritakan anak pada temannya
Anak mampu bercerita dan bermakna
Jika tidak :
1. Ibu meminta anak menceritakan situasi tertentu misalnya bagaimana kegiatan itu terjadi
2. Ibu meminta anak menceritakan tentang gambar yang dilihat di buku
E. Bersosialisasi (berhubungan/ berinteraksi dengan orang lain)
Ibu memperhatikan anak bergabung dengan teman-temannya dalam permainan yang berurutan
Anak mampu bermain bersama teman dengan mengikuti urutan permainan
Jika tidak :
1. Ibu / bapak mengajak anak bermain sesuai aturan main. Missal sondah mandah, halma, kartu kuartet atau ular tangga



Photobucket