Selasa, 10 Januari 2012

DISLOKASI & SUBLUKSASI

DISLOKASI & SUBLUKSASI



A. PENGERTIAN
Subluksasi adl deviasi dr hub normal antara rawan tlg yg satu dgn rawan tlg yg lainnya pd satu persendian.
Dislokasi adh keadaan dimana permukaan sendi tulang yg membentuk sendi tak lagi dlm hub anatomis.

B. ETIOLOGY
1. Konginental ( tjd sejak lahir, akbt kesalahan p’tmbhn ) ex. Pd panggul
2. Spontan ( patologi ) akibat pykt struktur sendi dan jar sktr sendi
3. Traumatic  cedera dimana sendi mengalami kerusakan akbt kekerasan


C. TANDA DAN GEJALA
1. Nyeri
2. Perubahan kontur sendi
3. Prbhn pnjg extremitas
4. Kehilangan mobilitas normal
5. Perubahan sumbu tlg

D. DIAGNOSIS
Pemeriksaan sinar X       kemungknan adanya fraktur

E. PENATALAKSAANAAN
Sendi yg trkn hrs di mobilisasi saat psn d pndhkn. Dislokasi diredUksi ex. Bgn yg b’geser dikembalikan  k t4 semula yg normal, biasanya dibawah anastesia kaput tlg yg mglm dislokasi harus dimanipulasi dikembalikan di  rongga sendi. Sendi kmdn dimobilisasi dgn pembalut, bidai, gips, atau traksi dan di jaga tetap dlm posisi stabil. Stlh reduksi beberap hari sampai mggu, gerakan aktif lembut tiga atau empat x shri dpt mgmblkn gerak sendi, sendi hrs tetap disangga, diantara dua saat latihan.



LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS

LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS


A. PENGERTIAN
Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (Brunner dan Suddarth. 2002)

B. TIPE DM
1. Tipe I : Diabetes mellitus tergantung insulin (IDDM)
2. Tipe II : Diabetes mellitus tidak tergantung insulin (NIDDM)
3. Diabetes mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya
4. Diabetes mellitus gestasional (GDM)


C. ETIOLOGI
1. Diabetes tipe I:
a. Faktor genetik
b. Faktor-faktor imunologi
c. Faktor lingkungan
2. Diabetes Tipe II
Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe II masih belum diketahui.
Faktor-faktor resiko :
a. Usia (resistensi insulin cenderung meningkat pada usia di atas 65 th)
b. Obesitas
c. Riwayat keluarga

D. MANIFESTASI KLINIS
a. Poliuria
b. Polifagia
c. Polidipsi
d.  Lemas
e. BB turun f. Kesemutan
g. Gatal
h. Mata kabur
i. Impotensi pada pria
j. Pruritus vulva pada wanita


E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Glukosa darah sewaktu
2. Kadar glukosa darah puasa
3. Tes toleransi glukosa
Kadar darah sewaktu dan puasa sebagai patokan penyaring diagnosis DM (mg/dl)
Bukan DM Belum pasti DM DM
Kadar glukosa darah sewaktu 
- Plasma vena
- Darah kapiler
Kadar glukosa darah puasa
- Plasma vena
- Darah kapiler

< 100
<80


<110
<90

100-200
80-200


110-120
90-110

>200
>200


>126
>110



Kriteria diagnostik WHO untuk diabetes mellitus
 Pada sedikitnya 2 kali pemeriksaan :
1. Glukosa plasma sewaktu >200 mg/dl (11,1 mmol/L)
2. Glukosa plasma puasa >140 mg/dl (7,8 mmol/L)
3. Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam kemudian sesudah mengkonsumsi 75 gr karbohidrat (2 jam post prandial (pp) > 200 mg/dl

F. PENATALAKSANAAN
Tujuan utama terapi diabetes mellitus adalah mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar glukosa darah dalam upaya untuk mengurangi komplikasi vaskuler serta neuropati. Tujuan terapeutik pada setiap tipe diabetes adalah mencapai kadar glukosa darah normal.
Ada 5 komponen dalam penatalaksanaan diabetes :
1. Diet
2. Latihan
3. Pemantauan
4. Terapi (jika diperlukan)
5. Pendidikan

G. KOMPLIKASI
1. Hipoglikemia
2. Hiperglikemia
3. Ketoosidosis Diabetik



H. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
- Glukosa darah : meningkat 200-100 mg/dl atau lebih
- Aseton plasma : Positif secara mencolok
- Asam lemak bebas : Kadar lipid dan kolesterol meningkat
- Osmolalitas serum : meningkat
- Elektrolit :
Natrium : mungkin normal meningkat/menurun
Kalium : Normal, peningkatan semu selanjutnya akan menurun
Fosfor : lebih sering menurun
- ureum/ kreatinin : mungkin meningkat/normal
- Insulin darah : mungkin menurun
- Urine : gula dan aseton positif
- Kultur dan sensivitas : kemungkinan adanya infeksi pada saluran kemih

H. ASUHAN KEPERAWATAN
1.  Pengkajian
a. Aktivitas/istirahat
b. Sirkulasi
c. Integritas Ego
d. Eliminasi
e. Makanan/Cairan
f. Neurosensori
g. Nyeri/ketidaknyamanan
h. Pernapasan
i. Keamanan
j. Seksualitas
k. Penyuluhan 
l.
2.  Diagnosa keperawatan
a. Kekurangan volume cairan b.d. gejala poliuria, masukan dibatasi
b. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d.     gangguan keseimbangan insulin, anoreksia, mual
c.  Resiko infeksi b.d kadar glukosa tinggi
d. Kelelahan b.d penurunan produksi energi metabolik,   insufisiensi insulin




DAFTAR PUSTAKA

1. Doenges Marilynn E  Rencana Asuhan keperawatan : Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan pasien, Edisi 3 Jakarta: EGC, 2000
2. Smeltzer Suzanne C, Bare Brendo G Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner, Suddart, Edisi 8, vol 2, Jakarta: EGC 2002
3. Soegondo Sidartawan, Soewondo Pradana, Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu, Jakarta : Heul 2002
4. Mansyoer Arif. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga, Jilid I, Jakarta Media Aesculapius. 1999

Photobucket